PENTAS WAYANG
KULIT KLASIK DI KBRI MANILA
Wayang kulit saat ini sudah
“go-international” khususnya di
kawasan ASEAN. Wayang kulit juga
telah mendapatkan pengakuan
internasional dari badan dunia
UNESCO pada tahun 2004 sebagai salah
satu warisan khasanah kebudayaan
dunia. Wayang kulit merupakan
warisan asli budaya Indonesia
sedangkan cerita-cerita yang sering
ditampilkan dalam pewayangan dapat
berasal dari berbagai macam sumber.
Wayang menempati posisi penting
sebagai instrument of diplomacy
seperti yang telah diungkapkan oleh
mantan Menlu RI Dr. N. Hassan
Wirayudha. Di sela-sela menghadiri
Papet ASEAN yang diselenggarakan di
University of the Philippines,
Dilliman, Delegasi Senawangi,
(Secretariat of ASEAN Puppetry
Association) yang dipimpin oleh Bp.
Tupuk Sutrisno dan Pepadi (Persatuan
Pedalangan Indonesia) yang diwakili
oleh Bp. H. Ekotjipto, SH,
mengadakan pertunjukan Wayang di
KBRI Manila pada tanggal 23 Februari
2010 bertempat di Nusantara Hall.
Pertunjukan wayang kulit (klasik)
ini merupakan kegiatan istimewa yang
kali ini akan menampilkan pentas
wayang meskipun tidak secara
keseluruhan sebagai introductory
kepada khalayak di Manila khususnya
masyarakat serta undangan dari
perwakilan-perwakilan asing yang ada
di Manila serta para pemerhati
budaya lainnya terhadap apa itu
sebenarnya wayang. Para undangan
pada pentas wayang kulit ini
diperkenalkan kepada nuansa serta
tradisi pertunjukan wayang seperti
yang biasanya diselenggarakan di
Indonesia.
Acara dibuka dengan penampilan Tari
Cendrawasih, penyampaian sambutan
Ketua Umum Senawangi, Bpk. Solichin
dan KUAI KBRI Manila, Bpk. Abdullah
H. Kusumaningprang disertai
pertukaran plakat. Selanjutnya,
penyerahan tokoh wayang Gatotkaca
dari KUAI, Bpk. Abdullah H.
Kusumaningprang kepada Dalang Bpk.
Ekotjipto,SH, sebagai tanda
dimulainya pagelaran tersebut.