<<Back
Menegpora Mengunjungi Kontingen
Pramuka Indonesia di Asia-Pacific
Regional Jamboree Ke-26
Menteri
Negara Pemuda dan Olahraga Andi A.
Mallarangeng pada tanggal 30
Desember 2009 mengunjungi Kontingen
Pramuka Indonesia yang
berpartisipasi dalam Asia-Pacific
Regional Jamboree ke-26 di Mount
Makiling, Los Banos, Filipina untuk
memberikan dukungan dan menghadiri
acara Indonesian Day yang
diselenggarakan oleh Kontingen
Pramuka Indonesia.
Setibanya di Makiling National Scout
Reservation, Menegpora mendapatkan
sambutan yang hangat dari Presiden
Boy Scouts of the Philippines (BSP)
yang juga merupakan Walikota Makati
Jejomar C. Binay serta Sekretaris
Jenderal BSP Jose Rizal Pangilinan.
Selepas acara sambutan oleh BSP,
Menegpora didampingi oleh KUAI KBRI
Manila Abdullah H. Kusumaningprang
berjalan kaki menuju sub-camp
Vargas yang merupakan salah satu di
antara enam kamp perkemahan Pramuka
Indonesia. Dalam perjalannya,
Menegpora menyempatkan diri untuk
berbincang sejenak dengan beberapa
Pramuka Indonesia dan peserta
pramuka dari negara lainnya untuk
menanyakan kondisi mereka dan
memberikan semangat.
Tiba di sub-camp Vargas, rombongan
kemudian disambut oleh Ketua Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka Indonesia
dr. Azrul Azwar dan Kepala Kontingen
Pramuka Indonesia Brata Tryana
Hardjosubroto yang telah
mempersiapkan acara sambutan
kedatangan. Dalam acara yang
dihadiri oleh beberapa peserta dan
pengurus pramuka baik tingkat
nasional maupun daerah, Menegpora
dan KUAI KBRI Manila disematkan pin
kontingen Indonesia oleh Ketua
Kwartir Nasional Pramuka Indonesia.
Brata Tryana Hardjosubroto
menjelaskan keikutsertaan Gerakan
Pramuka Indonesia dalam kegiatan
Jambore ini adalah agar bisa belajar
dan berbagi pengalaman dengan BSP
dan organisasi pramuka negara
lainnya serta menjadi sarana praktik
bagi pramuka-pramuka muda Indonesia.
Dalam
sambutannya, Menegpora menjelaskan
pentingnya peranan Pramuka dalam
mendidik anak-anak Indonesia
khususnya dalam kemandirian dan
solidaritas. Lebih lanjut Menegpora
menekankan walaupun ada persepsi
negatif yang berkembang bahwa
pramuka adalah kegiatan yang usang,
tetapi pramuka tetap hidup dan
berjalan sehingga diharapkan
partisipasi semua pengurus dan
masyakarat untuk terus mendukung dan
mengembangkan gerakan dan kegiatan
pramuka di Indonesia. Dalam acara
penyambutan ini Menegpora juga
mengadakan diskusi dengan para
hadirin.
Acara
Indonesian Day yang diadakan
pada pukul 16:30 dan juga dihadiri
oleh kontingen-kontingen negara
lainnya, dr. Azrul Azwar dalam
sambutannya mengharapkan dukungan
penuh pemerintah Indonesia terhadap
gerakan pramuka karena pramuka
selalu berupaya untuk mendidik
anak-anak Indonesia agar bisa
menjadi warga negara yang baik.
Selain itu, dr. Azrul Azwar juga
mengundang kepala kontingen
negara-negara lainnya agar datang ke
Indonesia dan menyaksikan dengan
sendiri keindahan Indonesia.
Menegpora dalam sambutannya juga
mengungkapkan rasa bangganya dengan
melihat banyaknya peserta pramuka
dalam acara Jambore. “Ini merupakan
pertanda yang baik dan menunjukkan
bahwa gerakan pramuka di dunia masih
kuat,” jelasnya. Selain itu,
Menegpora juga percaya kalau
kegiatan pramuka di dunia nantinya
dapat menjadi bagian dalam
menciptakan dunia yang lebih baik,
sesuai dengan tema acara Jambore ini
“Scouts: Creating a Better World.”
Pagelaran acara Indonesian Day
menampilkan beberapa kebudayaan
daerah seperti musik Angklung dari
Jawa Barat, tari Bedana dari
Lampung, tari Saman dan Reog Kendang.
Para hadirin yang berasal dari
berbagai negara juga disuguhkan
dengan berbagai makan khas
Indonesia.