About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

<<Back

 

Dubes RI Menyampaikan Kuliah Umum Mengenai Hubungan Bilateral RI-Filipina dan Kontribusi Indonesia dalam Piagam ASEAN di U.P. Manila

 

Memenuhi undangan dari College of Social Sciences, University of the Philippines (U.P.) Manila, Duta Besar LBBP RI untuk Republik Filipina Prof. Dr. Irzan Tandjung telah menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan akademisi U.P. Manila dengan topikIndonesia-Philippine Relations and Indonesian Contributions to the ASEAN Charter” pada hari Kamis tanggal 5 Februari 2009 bertempat di kampus U.P. Manila.

 

Di awal kuliah umum, Dubes RI menguraikan sekilas tentang Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.508 pulau, negara berpenduduk keempat terbesar dengan keanekaragaman etnis, bahasa, kebudayaan dan keindahan alamnya. Indonesia melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif sesuai ideologi Pancasila dan UUD 1945 yakni menentukan posisinya tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun dan berpartisipasi aktif dalam rangka mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia.    

 

Dubes Irzan Tandjung mengatakan bahwa Indonesia dan Filipina tidak hanya merupakan negara yang bertetangga namun juga merupakan bangsa serumpun yang memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Tahun 2009 merupakan tahun yang bersejarah dimana kedua negara akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik yang telah berlangsung sejak 24 Nopember 1949. Hubungan bilateral yang selama ini terjalin erat ditandai dengan adanya posisi saling mendukung pencalonan masing-masing negara dalam berbagai organisasi internasional dan regional, tingginya frekuensi pertemuan/kunjungan antar kepala negara, partisipasi dalam program-program kerjasama teknik antar negara berkembang (KTNB), penandatanganan berbagai MoU kerjasama serta penyelenggaraan pertemuan komisi bersama kerjasama bilateral. Filipina merupakan mitra Indonesia di berbagai fora multilateral dan regional seperti di ASEAN, APEC, ASEM, SwPD, PBB, WTO, dll. Indonesia juga terus berkomitmen mendukung proses perdamaian di Filipina Selatan khususnya dalam kapasitas sebagai Ketua Peace Committee in the Southern Philippines (PCSP) dibawah naungan Organisasi Konperensi Islam (OKI).

 

Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia memandang ASEAN sebagai corner stone dalam politik luar negerinya. Sejak tahun 2003, Indonesia meluncurkan ide ASEAN Political and Security Community (APSC) yang kini menjadi salah satu dari tiga pilar ASEAN Community di samping ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC). Kontribusi Indonesia dalam Piagam ASEAN adalah meningkatkan integrasi dan kerjasama diantara negara-negara anggota untuk membangun Komunitas ASEAN. Indonesia terus berkomitmen memberikan dukungan aktif dalam mempersiapkan infrastruktur ASEAN seperti pembahasan APSC dan ASCC Blueprints, penyelesaian pembahasan Terms of Reference of the ASEAN Human Rights Body dan memperkuat keberadaan Sekretariat ASEAN. Dalam rangka proses ratifikasi ASEAN Charter, Pemerintah RI melalui Deplu telah melakukan program outreach kepada berbagai komponen masyarakat di dalam negeri melalui penyelenggaraan workshops, diskusi dan seminar guna meningkatkan pemahaman publik.    

 

Acara kuliah umum tersebut berlangsung dengan sukses, lancar dan mendapat apresiasi yang tinggi di U.P. Manila. Para mahasiswa sangat tertarik dengan penyampaian Dubes RI khususnya mengenai adanya kedekatan budaya antar kedua negara. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para civitas akademika dan mahasiswa terlihat sangat antusias menanyakan pengalaman sejarah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, perkembangan hubungan bilateral kedua negara, peranan Indonesia dalam konflik perdamaian di Filipina Selatan, respon negara-negara ASEAN menghadapi krisis keuangan global dan perkembangan Piagam ASEAN.

 

 

 

<<Back

___________________________________________________________________