MENLU RI SAMPAIKAN BELASUNGKAWA
PEMERINTAH
DAN RAKYAT INDONESIA ATAS
MENINGGALNYA
MANTAN PRESIDEN CORAZON COJUANGCO
AQUINO
Menlu
RI Dr. N. Hassan Wirajuda pada
tanggal 5 Agustus 2009 menghadiri
acara pelepasan jenasah mantan
Presiden Filipina Corazon C Aquino
di Katedral Manila. Mantan Presiden
Aquino meninggal dunia pada tanggal
1 Agustus 2009 pukul 03.18 waktu
setempat di rumah sakit Makati
Medical Center, Manila, setelah
dirawat di rumah sakit tersebut
selama satu bulan karena kanker usus
besar.
Setelah acara pelepasan jenasah,
Menlu RI diterima oleh Menlu
Filipina Alberto G Romulo untuk
menyampaikan secara langsung surat
ucapan belasungkawa dari Presiden RI
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang
ditujukan kepada Presiden Filipina
Gloria Macapagal Arroyo. Dalam
suratnya Presiden RI a.l.
menyampaikan belasungkawa Pemerintah
dan rakyat Indonesia atas
meninggalnya mantan Presiden Corazon
C Aquino. Presiden RI menyatakan
rakyat Filipina dan dunia kehilangan
salah satu perempuan terhebat di
masa ini, yang akan selalu dikenang
sebagai pemimpin Revolusi Kekuatan
Rakyat tahun 1986 (People Power
Revolution of 1986). Presiden
Aquino tidak saja dicintai dan
dikagumi oleh rakyatnya tetapi juga
oleh dunia termasuk Indonesia,
karena sebagai Presiden Filipina
yang ke-11 ia memerintah dengan
keyakinan yang kuat, rendah hati dan
integritas yang tinggi .
Dalam kesempatan pertemuan tersebut,
Menlu RI juga menyampaikan surat
ucapan belasungkawa yang ditujukan
kepada Menlu Romulo. Dalam suratnya
Menlu RI a.l. menyatakan dukacita
yang mendalam atas meninggalnya
mantan Presiden Aquino, yang akan
selalu dikenang sebagai pemimpin
People Power Revolution.
Perjuangannya dalam memulihkan
demokrasi dan perdamaian di Filipina
mendorong berseminya perdamaian dan
pemulihan demokrasi di berbagai
belahan dunia, termasuk di
Indonesia.
Manila, 6 Agustus 2009