About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

<<Back

 

Indonesia Berpartisipasi Aktif Dalam ARF-VDR

on Disaster Relief di Filipina, 4-6 Mei 2009

 

Indonesia telah berpartisipasi aktif pada kegiatan ASEAN Regional Forum-Voluntary Demonstration of Response (ARF-VDR) on Disaster Relief. Latihan bersama penanganan bencana ini merupakan latihan lapangan yang pertama kali dilaksanakan ARF. Kegiatan ARF-VDR diselenggarakan secara simultan di Manila dan Clark, Filipina mulai tanggal 4–6 Mei 2009.

 

ARF-VDR dibuka secara resmi oleh Mensesneg Filipina Eduardo Ermita di Manila pada Senin tanggal 4 Mei 2009. Acara pembukaan dihadiri oleh para pejabat tinggi sipil dan militer Pemerintah Filipina serta duta besar negara-negara ARF di Manila, termasuk Dubes RI untuk Filipina beserta delegasi RI pada ARF-VDR, yakni Deputi Bidang Penanganan Darurat-Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Asisten Teritorial Panglima TNI, dan Direktur Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri. Acara pembukaan diawali oleh demonstrasi penanganan di laut yang diperagakan oleh Filipina, AS dan Jepang.

 

Pelaksanaan ARF-VDR on Disaster Relief merupakan tindak lanjut kesepakatan yang dicapai pada pertemuan Menlu negara-negara ARF ke-15 di Singapura tanggal 24 Juli 2008. ARF-VDR mendemonstrasikan kapabilitas negara-negara ARF melalui operasi penanganan bencana multinasional dalam merespon permintaan bantuan pertolongan darurat terhadap negara yang sedang mengalami bencana alam, misalnya taifun Frank di Filipina atau gempa bumi di Sichuan, RRC. Dalam skenario kegiatan ARF-VDR, negara-negara ARF memberikan bantuan kemanusiaan kepada Filipina ketika wilayah Metro Manila dan sekitarnya terkena dampak kerusakan parah akibat angin badai super taifun.   

 

Filipina dan AS bertindak sebagai co-sponsors pada penyelenggaraan kegiatan ARF-VDR tersebut. Negara-negara ARF lainnya berpartisipasi dengan mengirim kontingen delegasi yang terdiri atas para teknisi, medical responders, personil SAR dan pengamat sipil-militer. Negara-negara ARF yang berpartisipasi pada kegiatan ARF-VDR tersebut yakni 13 peserta aktif (Filipina, AS, Jepang, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Singapura, China, Papua Nugini, Korea Selatan, Mongolia, Srilanka dan Uni Eropa) dan 7 negara sebagai observer (Brunei Darussalam, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Vietnam).

 

Partisipasi aktif Indonesia pada ARF-VDR on Disaster Relief bertujuan untuk sharing pengalaman dalam rangka meningkatkan kerjasama regional khususnya operasi penanganan bencana. Keterlibatan Indonesia dalam ARF-VDR dilakukan melalui bidang pelayanan medis dan perbaikan konstruksi bangunan.

 

Dalam pelayanan medis, Indonesia menggelar “rumah sakit lapangan” (rumkitlap) yang telah dikembangkan dan dimatangkan sesuai dengan skenario latihan sebelumnya di Indonesia. Rumkitlap Indonesia dilaksanakan di wilayah Sapang Bato, Pampanga, meliputi 8 tenda dan 8 modul medis yakni 2 modul kedokteran gigi, 2 modul farmasi gigi, 1 modul kedokteran umum, 1 model farmasi umum, 1 modul bedah minor dan 1 modul pelayanan medis dan sanitasi. Pemberian layanan medis Indonesia mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat dan apresiasi dari negara-negara peserta ARF-VDR. Selain itu juga disediakan perangkat penjernihan air untuk mendukung kegiatan medis lapangan.

 

Tim pelayanan medis Indonesia berjumlah 35 orang yang terdiri dari praktisi medis, dokter, penyelia, dan unsur staf pendukung gabungan dari TNI (AD, AL, AU), BNPB, Depkes, Dephan dan Deplu. Rumkitlap Indonesia beroperasi dan memberikan layanan medis kepada penduduk setempat dari tanggal 4-8 Mei 2009. Tim medis Indonesia bekerjasama dengan tim dari Australia, Korea Selatan, Mongolia, Filipina, Papua Nugini, AS dan Srilanka. Kedatangan tim Rumkitlap Indonesia beserta seluruh peralatannya diangkut dengan pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU yang tiba di Pangkalan Udara Clark pada tanggal 1 Mei 2009 dan akan kembali ke tanah air pada tanggal 10 Mei 2009.

 

Indonesia juga mengirimkan 15 orang tim ahli bangunan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bekerja sejak tanggal 18 April-9 Mei 2009. Tim ahli bangunan TNI bekerjasama dengan tim dari Filipina, AS, Mongolia, dan Papua Nugini melaksanakan proyek perbaikan gedung sekolah dasar San Nicolas dan San Agustin di desa Arayat, Pampanga. Cakupan kerja utama adalah mengganti atap dari kayu ke baja ringan termasuk pemasangan instalasi jaringan listrik dan pengecatan.

 

Penutupan rangkaian kegiatan ARF-VDR oleh Menteri Pertahanan Filipina Gilberto C. Teodoro Jr. telah berlangsung di Clark 600th Air Base Wings pada Rabu tanggal 6 Mei 2009. Sebelum dimulai penutupan, para tamu VIP dari negara-negara ARF meninjau lokasi pelayanan medis dan pembangunan jembatan di Sapang Bato, menyaksikan pertunjukan kebudayaan dan melihat land-static serta air-dynamic and static display yakni menampilkan eksibisi operasi penanggulangan bencana dari beberapa negara peserta ARF-VDR .

 

ARF adalah forum kerjasama yang didirikan pada bulan Juli 1993 saat pertemuan tingkat Menlu ASEAN ke-26 di Singapura. ARF fokus pada isu-isu politik dan keamanan, kerjasama dan diplomasi preventif di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 27 negara kini menjadi anggota ARF yang terdiri atas 10 negara-negara ASEAN dan 16 negara-negara lainnya (Australia, Bangladesh, Kanada, China, India, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Mongolia, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Federasi Rusia, Srilanka, Timor Leste dan AS) serta Uni Eropa.

 

KBRI Manila, 7 Mei 2009

 

 

<<Back

___________________________________________________________________