KBRI
Manila kembali bantu pulangkan 72
orang ABK ke Tanah Air
KBRI Manila kembali membantu
pemulangan anak buah kapal (ABK) WNI
yang kali ini berjumlah 72 (tujuh
puluh dua orang). Para ABK tersebut
terbagi dalam dua rombongan berbeda.
Rombongan pertama berjumlah 36 orang,
tiba melalui pelabuhan Aparri
Filipina, Jumat 23 Januari 2009.
Mereka sebelumnya bekerja di kapal
penangkap ikan Taiwan yang
beroperasi di perairan internasional
di sekitar Taiwan dan China. Saat
tiba di Manila, ABK mengeluhkan
pembayaran gaji yang belum
sepenuhnya diselesaikan oleh pihak
perusahaan. Diantara mereka bahkan
ada yang belum menerima gaji sama
sekali. KBRI telah melaporkan
mengenai masalah pembayaran gaji
yang belum dibayarkan tersebut
kepada instansi terkait di Jakarta,
dengan maksud agar dapat memberi
bantuan kepada para ABK untuk
menuntut haknya tersebut. Atas
desakan pihak KBRI, perusahaan yang
mempekerjakan ABK tersebut akhirnya
bersedia memberikan bantuan uang
saku sebesar USD 20 per orang yang
dapat digunakan untuk kembali ke
daerah asal masing-masing setibanya
mereka di Indonesia. Ke-36 orang ABK
tersebut kembali ke tanah air pada
hari yang sama malam harinya dengan
menggunakan penerbangan Cebu Pacific
Rombongan kedua ABK WNI yang juga
terdiri atas 36 orang, tiba pada
tanggal 23 Januari 2009 dari Koror,
Palau. Mereka merupakan ABK WNI yang
ditelantarkan oleh perusahaan kapal
penangkap ikan Korea Selatan tempat
mereka bekerja, selama kurang lebih
4 bulan (sejak September 2008).
Setelah turut difasilitasi oleh
KBRI, akhirnya pihak perusahaan
membayar penuh gaji para ABK,
termasuk membiayai kepulangan ke
Indonesia. Dalam upaya membantu
penyelesaian masalah ini, KBRI telah
berkoordinasi dengan pihak-pihak di
dalam negeri maupun dengan pihak
terkait di Palau. Semua ini dapat
tercipta dikarenakan adanya
kerjasama aktif diantara semua pihak
yang terlibat. Selama menunggu
penerbangan kembali ke Jakarta pada
tanggal 25 Januari 2009, ke-36 ABK
rombongan kedua tersebut ditampung
di KBRI Manila selama 2 malam.