KBRI MANILA BERHASIL MEMBANTU 6 ABK
WNI KORBAN PEMBAJAKAN DI PERAIRAN
SEKITAR PULAU ANAMBAS- PULAU NATUNA
KBRI
Manila pada tanggal 15 April 2009
membantu 6 (enam) orang Anak Buah
Kapal (ABK) WNI yang menjadi korban
pembajakan ketika bekerja di kapal
tongkang berbendera Singapura
PROSPAQ T1. Nama ke-6 ABK tersebut
adalah WNI Zulkarnain Ginting,
Syahlan, Mohammad Ansyor, Seni
Parubak; Kasno; dan Irwansyah.
Kapal tongkang tersebut dibajak
ketika berada di perairan antara
Pulau Anambas dan Pulau Natuna dalam
pelayaran dari Singapura menuju
Vietnam. Menurut para ABK pembajakan
dilakukan pada tanggal 7 April 2009
pukul 20:35 di koordinat 07°16’N /
115°04’E oleh 12 orang bersenjata
pistol. Ke-6 ABK bersama 3 ABK
lainnya dan nahkoda kapal yang a.l.
berkebangsaan Cina disandera selama
6 hari. Pada 13 April 2009 pukul
02:00 mereka dipaksa terjun ke laut
dengan dibekali paspor, buku pelaut
dan ijazah, serta sebuah perahu
karet. Pembajak lalu berlayar ke
arah yang tidak diketahui dan
membawa semua perlengkapan kapal,
termasuk radio komunikasi. Setelah
mengapung selama 1 hari 2 malam
mereka terseret ke wilayah laut
internasional, kemungkinan antara
Malaysia dan Filipina. Mereka
diselamatkan kapal peti kemas
berbendera Perancis, M/V ANL
EXPLORER, yang melintas di lokasi
tersebut dalam perjalanan menuju
Filipina..
Pada saat kapal tiba di Manila,
peristiwa tersebut segera dilaporkan
kepada otoritas Filipina,
Philippine Coast Guard, yang
selanjutnya menghubungi
KBRI Manila.
KBRI Manila berkoordinasi dengan
Biro Imigrasi Filipina,
Philippine Coast Guard
perusahaan pemilik kapal, PROSPAQ
T1, dan agen lokal kapal ANL
EXPLORER membantu pemberangkatan
ke-6 ABK ke Singapura pada tanggal
17 April 2009.
Manila, 20 April 2009.