About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

<<Back

 

Peran KBRI Manila Memulangkan 24 Pahlawan

Devisa yang Terlantar ke Tanah Air

Untuk yang kelima kalinya KBRI Manila membantu pemulangan 24 Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang terlantar di Taiwan untuk kembali ke Indonesia. Ke-24 ABK tersebut tiba di pelabuhan Aparri, Filipina, dari perairan internasional di sekitar Taiwan (13/1) dan tiba di Manila keesokan paginya (14/1).

 

Setibanya di Manila, para ABK ditampung di KBRI Manila dan dipenuhi kebutuhannya. Pada sore harinya para ABK dibawa menuju bandara internasional Ninoy Aquino 3 untuk penerbangan kembali ke Jakarta dengan penerbangan Cebu Pacific pada pukul 20.55 waktu setempat. Proses pemulangan ke-24 ABK tersebut berjalan lancar berkat kerjasama serta koordinasi yang baik antara KBRI Manila dengan pejabat imigrasi Filipina di Aparri maupun di Manila.

 

Adapun nama dari 24 ABK WNI adalah Junardi (asal Tegal), Tatang Juni Effendi (asal Indramayu), Ahmad Nawawi (asal Tegal), Rudini (asal Tegal), Warsono (asal Brebes), Akhmad Sugianto (asal Tegal), Iswanto (asal Pemalang), Ratna (asal Indramayu), Jamuri (asal Cirebon), Muslip (asal Tegal), Eko (asal Tegal), Ajis Hartoyo (asal Tegal), Ahmad Muhaimin (asal Brebes), Akhmad Rumain (asal Mataram), Hartono (asal Pemalang), Hadi Ismanto (asal Brebes), Mulyadi (asal Pemalang), Abdullah (asal Awerange), Kastolani (asal Pemalang), Muchlisin (asal Banyumas), Ahmad Arifai (asal Pemalang), Abdul Kholik (asal Tegal), Warsono (asal Tegal), Sumarto (asal Pemalang).

 

Dari para ABK diperoleh informasi bahwa para ABK direkrut oleh beberapa perusahaan di Jakarta, yaitu PT Genta Ardia Abadi, PT Dwi Daya Eka Lestari, PT Putra Tabung Perkasa, PT Surya Mitra Bahari, PT Megah Utama Kriya Nugraha, PT Wanda Jaya Amerta, PT Dinda Bahari Makmur, PT Asma Panca Tunggal, PT Mola, dan PT Anugerah Bahari. Mereka bekerja di kapal penangkap ikan Taiwan yang beroperasi di sekitar perairan Taiwan. Sebelum bekerja di kapal penangkap ikan Taiwan, para ABK ditampung untuk sementara di kapal penampung atau “boat hotel” di perairan sekitar Taiwan. Selain diberikan konsumsi dan minuman yang tidak layak gizi selama bekerja di kapal penangkap ikan Taiwan, para ABK tersebut belum menerima gaji dari perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan masa kerja mereka.

 

Pemulangan para ABK WNI dari Taiwan diperkirakan akan masih berlangsung dan KBRI Manila akan tetap siap dalam melaksanakan pelayanan primanya serta membantu proses pemulangan ABK ke Indonesia.

 

<<Back

___________________________________________________________________